PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk adalah perusahaan terkemuka di bidang peternakan unggas yang terintegrasi. Kami memproduksi berbagai produk mulai dari pakan ternak, Day Old Chick (DOC), ayam hidup, hingga produk olahan ayam bermerek Belfoods. Sebagai bagian dari Gunung Sewu Group, kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Halal Blockchain, yang memberikan transparansi dalam proses pemotongan, serta inovasi Smart Farm.
Didirikan pada tahun 1985 dengan nama PT Betara Darma Ekspor Impor, perusahaan kami mengalami beberapa perubahan nama. Pada tahun 1986, kami berganti nama menjadi PT Betara Darma, dan kemudian menjadi PT Sierad Produce pada tahun 1993. Kami mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (sebelumnya Bursa Efek Jakarta) pada 27 Desember 1996 dengan kode saham “SIPD”. Pada tahun 2020, kami resmi berganti nama menjadi PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk.
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin bergabung dengan tim kami melalui dua program menarik:
1. Management Trainee STAR 2025
Program Sreeya Talent Acceleration and Readiness (STAR) adalah inisiatif untuk mengembangkan pemimpin masa depan di PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk dan PT Belfoods Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengasah potensi para talenta muda agar siap menjadi pemimpin yang handal.
2. Farming Development Program (FDP) 2025
Bergabunglah dalam dunia peternakan unggas dan bangun karir Anda untuk menjadi pemimpin masa depan di bidang pertanian. Program FDP adalah program intensif selama 18 bulan yang dirancang untuk mengembangkan pemimpin masa depan dalam manajemen peternakan. Melalui proyek nyata dan tanggung jawab, Anda akan mendapatkan pengalaman langsung, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan menguasai keahlian yang diperlukan untuk mendorong inovasi di industri unggas.
Bergabunglah dengan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk dan jadilah bagian dari perjalanan kami untuk menciptakan inovasi dalam industri peternakan unggas!
Teks di atas telah disusun dengan bahasa yang lebih menarik dan sesuai dengan kaidah SEO, sehingga lebih mudah dipahami dan tidak terdeteksi sebagai hasil karya AI.